RSS

Yngwie johann malmsteen

25 Feb

Tentang Yngwie Johann Malmsteen

 

Aku merupakan salah satu fans terbesarnya di Indonesia ini. Aku sangat menyukai sekali seluruh gaya-gaya permainannya. Karena pada dasarnya aku memang menyukai gaya permainan gitar yang beraliran atau berkonsep klasik, banyak orang yang membencinya dan banyak juga orang yang mengaguminya. Orang membencinya karena permainan yang ia lakukan monoton, hanya shred, shred, dan shred. Hanya mengandalkan kecepatan saja. Tetapi satu poin yang harus di ingat bahwa yngwie malmsteen itu memang adalah seorang gitaris yang beraliran speed ia adalah seorang shredder, dan didalam kontak shredder tersebut memang hanya speed yang diperlukan, speed speed dan speed. Banyak orang yang tidak menyukai gaya permainan gitar yang dia punya, mereka bilang dia bermain gitar dengan reverb yang sangat tebal sekali untuk menutupi miss yang ia lakukan. Tapi menurut saya tidak sama sekali. Lihat saja ketika ia memainkan gitar akustik nilonnya?? Kalian pasti akan tercengang dengan nada-nada yang dihasilkan olehnya, AWESOME!!. Tetapi sekali lagi mereka bilang bahwa, dia itu bermain dengan banyak nada yang fals tetapi terbantu karena pantulan sound dari lubang gitarnya. That’s wrong I think! He is a good guitar player that I ever know!

Yngwie malmsteen dilahirkan tanggal 30 juni 1963 di Stockholm, Swedia. Sejak pertama kelahirannya orang tuanya pun bercerai. Yngwie mempunyai dua orang kakak yaitu ann louise dan  blorn. Ia terlahir sebagai remaja yang liar. Pada awalnya yngwie mencoba mempelajari piano dan trompet tetapi ia tidak dapat menguasai alat tersebut. Akustik gitar yang dibeli oleh ibunyapun tidak disentuh sama sekali olehnya. Hanya ia biarkan menggelantung didinding saja. Sampai pada akhirnya pada tanggal 18 september 1970 yngwie melihat pemakaman jimmie hendrik. Pada saat itu ia masih berumur 17 tahun dan ia pun sangat kagum dengan permainan-permainan yang dihasilkan oleh almarhum ersebut. Akhirnya ia membeli sebuah gitar fender Stratocaster murah dan mencoba bermain dengan gitar yang dibelinya ttersebut. Disinilah awal mula terbentuknya permainan dari yngwie malmsteen tersebut.

Pada usia 10 tahun, Yngwie menggunakan nama kecil dari ibunya “Malmsteen”, mengfokuskan seluruh energi dia dan berhenti bersekolah. Di sekolah Yngwie dikenal sebagai pembuat onar dan sering berantem, tetapi pintar dalam pelajaran bahasa Inggris dan seni. Ibunya yang menyadari bakat musiknya yang unik, mengizinkan Yngwie tinggal di rumah dengan rekaman dan gitarnya. Setelah menyaksikan violinis Gideon Kremer membawakan komposisi Paganini: 24 Caprices di televisi, Yngwie akhirnya mengetahui bagaimana cara mengawinkan musik klasik dengan skill permainan dan karismanya.

Yngwie dan beberapa temannya merekam 3 lagu demo dan dikirim ke studio rekaman CBS Swedia, tetapi rekaman tersebut tidak pernah digubris atau diedarkan. Oleh karena frustasinya, Yngwie menyadari bahwa dia harus meninggalkan Swedia dan mulai mengirimkan demo rekaman dia ke berbagai studio rekaman di luar negeri. Salah satu dari demo tape Yngwie ternyata jatuh ke tangan konstributor Guitar Player dan pemilik Shrapnel Records: Mike Varney. Akhirnya Yngwie mendapat undangan ke Los Angeles untuk bergabung dengan band terbaru Shrapnel: “Steeler” dan seterusnya yang disebut sebagai sejarahnya. Pada bulan February 1983 Yngwie berangkat dari Swedia ke Los Angeles dengan bakat dan gaya permainan gitar barunya.

 
Leave a comment

Posted by on February 25, 2011 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: